Tips Agar Anak tidak Menjadi Manja

Menurut Psikolog Anak Alzena Masykouri MPsi, salah satu faktor utama yang membuat anak menjadi manja adalah lingkungan atau orang orang yang berada disekitarnya. Karena itu jangan sepenuhnya menyalahkan si kecil jika dia tumbuh menjadi anak yang manja

Lalu bagaimana kiatnya agar anak tidak menjadi manja? Tips kecil berikut mungkin bisa menjadi bekal Anda membuat si kecil menjadi lebih mandiri.

Biarkan Dia Mandiri

– Latih anak melakukan aktivitasnya sendiri, meskipun kualitas yang dia hasilkan masih belum sempurna. Biarkan saja dia makan sendiri, walaupun masih berantakan.

– Tumbuhkan dan kembangkan perasaan yakin akan kemampuannya dengan memberikan kesempatan untuk latihan dan menghargai hasil usaha anak. Beri pujian saat dia berhasil tetapi jangan berlebihan.

– Melayani anak dilakukan jika anak sama sekali tidak dapat melakukan suatu aktivitas sendiri. Misalnya memotong-motong ayam atau daging ketika makan atau mengambilkan mainan dari atas lemari yang tinggi.

Sumber: Republika

Tips Mengajak Dan Menjaga Anak Agar Berolahraga

Doronglah anak-anak anda untuk melakukan aktivitas gerak setiap hari.

Negara telah menyediakan sejumlah klub-klub olahraga. Maka doronglah anak-anak anda untuk bergabung diklub klub ini untuk melakukan olahraga yang teratur berdasarkanolahraga yang disukainya.

Dari pada mengoleksi permainan-permainan game terbaru, lebih baik anda berusaha mengobinasikannya dengan maina-mainan yang membutuhkan gerakan yang membutuhkan tenaga lebih banyak dari si anak atau remaja.

Anda dapat mendorong semangat anak-anak dan untuk melakukan aktivitas-aktivitas gerak dengan bermain-main bersama si anak sebelum menonton televisi. Selanjutnya perbanyaklah waktu bermain gerakan dan kurangilah waktu menonton televisi atau bermain game secara brtahap, serta jadikanlah diri anda contoh yang positif dengan cara ikut serta dalam aktivitas-aktivtas gerak tersebut.

Jangan lupa mengawasi anak disaat ia melakukan aktivitas-aktivitas gerak, baik didalam ataupun diluar rumah.

Termasuk penting menggunakan  alat-alat keselamatan khusus untuk melakukan sebagian aktivitas-aktivitas gerak.

Doronglah semangat anak anda untuk bergabung dalam klub-klub disekolah atau dilingkungan sekitar tempat tinggal anda.

Dari sudut pandang anak-anak, olahraga merupakan faktor kesenangan dan keastikan. Oleh karena itu, usahakanlah mengetahui aktivitas olahraga yang  digandrungi anak anda; maksudnya jenis-jenis olahraga yang dilakukan teman-temannya.

Selain itu anda harus mengetahui aktivitas-aktivitas yang memungkin  anda ikut seta melakukannya degan anak-anak anda, paling tidak selama libur diakhir pekan.
Sumber: Jadi Gitu

Tips Mengajar Anak Berpuasa

Tak terasa Ramadhan sudah datang lagi. Pria, wanita, tua, muda, besar, kecil, semuanya bergembira menyambut bulan suci nan sarat rahmat, berkah, dan berlimpah pahala.

Allah SWT melalui firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S Al Baqarah, 2:183)

Rasulullah Saw bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat pada usia 7 tahun dan pukullah ia pada usia 10 tahun (jika meninggalkannya )” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dari Sabrah bin Maâbad Al-Juhani ra). Hadits tersebut memberi petunjuk tentang waktu pengajaran ibadah bagi anak-anak, termasuk  puasa Ramadhan.

Puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib bagi kaum muslim yang sudah baligh. Tidaklah mudah menjalankan puasa untuk pertama kali, apalagi untuk anak-anak. Untuk itu ada baiknya jika kita dapat mengajarkan puasa pada anak sejak dini agar mereka terbiasa melakukannya ketika mereka tumbuh dewasa.

Tidak Berbahaya Anak Berpuasa

Kisah berikut bisa memantapkan hati para Ibu untuk mengajarkan anak-anak beribadah shaum. Hasan dan Husein adalah cucu Nabi Muhammad Saw dari anak beliau Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Kedua cucu nabi ini telah terbiasa berpuasa sejak kecil.  Suatu saat mereka tidak mempunyai makanan untuk berbuka puasa. Setelah berusaha, akhirnya Ali bisa mengusahakan sedikit makanan untuk keluarganya berbuka puasa.  Menjelang berbuka puasa, mereka kedatangan seorang fakir miskin yang sangat kelaparan dan membutuhkan makanan. Keluarga ini dengan ikhlas memberikan makanan.  Sikap seperti ini tentu terlahir dari hasil tempaan ibadah shaum  yang sering mereka lakukan. Apakah Hasan dan Husein terganggu pertumbuhan dan perkembangannya karena sering berpuasa? Sejarah membuktikan Hasan dan Husein tumbuh menjadi manusia-manusia yang tangguh dalam mengembangkan ajaran Islam, mereka tumbuh menjadi pahlawan-pahlawan pemberani sampai mereka syahid. Ternyata anak-anak tidak hanya membutuhkan nutrisi berupa makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik mereka, tetapi anak juga membutuhkan nutrisi lain  untuk pertumbuhan dan perkembangan spiritual mereka seperti ibadah shaum.

Jika kita menerapkannya sesuai dengan petunjuk puasa yang tepat, maka puasa tidaklah membuat anak sakit.  Ingatkan anak-anak dengan pesanan dari  Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Berpuasalah, niscaya kamu sehat.” 

Dari sudut pandang medis, puasa dapat meningkatkan hormon pertumbuhan anak, memberi istirahat pada organ-organ pencernaan yang telah bekerja selama 11 bulan, termasuk sistem enzim dan hormon sehingga kemudian bisa kembali bekerja dengan lebih sempurna.

Sedangkan dari sudut pandang psikologis, puasa memberikan pengaruh positif pada anak, diantaranya melatih si kecil disiplin, sabar, mau berbagi dan mampu mengendalikan diri. Tapi mengingat usianya yang masih dini, si kecil memiliki keterbatasan fisik, maka puasa tentu saja tidak boleh dipaksakan.  Setiap anak memang berbeda kemampuan berpuasanya, walaupun usianya sama.

Tips Mengajar Anak Berpuasa

1.  Ajaklah dengan cara yang menyenangkan, pilihlah kata-kata yang positif, tidak menyuruh, tidak membentak dan jangan membuat anak terpaksa melakukannya. Beri pengertian dengan bercerita tentang nabi Muhammad Saw yang gemar berpuasa misalnya.

2. Dorong anak untuk berpuasa secara bertahap tergantung usia anak. Mulai dari 5 jam, setengah hari, sampai akhirnya sehari penuh. Pujilah mereka di depan teman-teman dan keluarga atas kemauan mereka berpuasa.

3.  Libatkan anak dalam semua aktivitas Ramadhan: buka puasa bersama, berdo’a ketika sahur dan berbuka, sholat tarawih, banyak bershodaqoh, tadarus Al Qur’an, makan sahur, memberi makan berbuka bagi orang berpuasa, sholat Idhul Fitri, mengingatkan anak jika melakukan perbuatan yang dilarang Allah SWT.

4. Berikan pengertian tentang arti puasa, manfaat puasa, hikmah puasa, pahala yang berlimpah, gambarkan suasana Ramadhan.
5. Buat target dan rencana kegiatan Ramadhan, dan catat semua perkembangan anak.  Pasang foto anak yang paling lucu.  Siapkan bintang yang banyak untuk ditempel pada hasil pelaksanaan puasa anak.

6.  Jangan pernah marah jika anak tidak mau berpuasa. Orangtua harus tetap memotivasi anak bahwa anak pasti bisa melakukannya.

7.  Jadikan sahur menjadi aktivitas yang menyenangkan dengan menu favorit, agar anak tidak berat bangun malam karena ngantuk. Waktu sahurnya diakhirkan.

8.  Sibukkan anak saat berpuasa dengan bermain, kegiatan keagamaan atau aktivitas lain yang menarik tetapi tidak melelahkan.  Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ar-Rubaiyyi binti Muawwidz, berkata : Rasulullah Saw mengutus seseorang pada pagi hari Asyura ke perkampungan orang-orang Anshar, katanya: “Siapa yang pagi ini berpuasa maka hendaklah ia berpuasa dan menyempurnakan puasanya. Maka kami pun menyempurnakan puasa pada hari itu dan kami mengajak anak-anak kami berpuasa. Mereka kami ajak ke masjid, lalu kami beri mereka mainan dari benang sutera. Jika mereka menangis minta makan kami berikan mainan itu, sampai datang waktu berbuka.”

9.  Berikan reward untuk menjaga semangat anak  berupa makanan kesukaan, pelukan dan ciuman hangat, uang di akhir bulan, baju lebaran, dll.

10.  Buat susunan menu dengan gizi seimbang.  Waktu Sahur : karbohidrat yang cukup, lauk pauk yang merupakan sumber energi dan lemak, buah dan sayur, susu, multivitamin tapi bukan vitamin nafsu makan.  Waktu Berbuka : makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, hindari minuman/makanan yang pedas, bersantan dan asam supaya tidak mengganggu kinerja lambung kecil, jumlah makanan cukup tidak berlebihan/tidak kekenyangan, minum air putih sebanyak mungkin pada waktu berbuka hingga sahur.

11. Istirahat dan tidur yang cukup.  Usahakan tidur siang.  Tidur malam lebih awal agar anak bisa bangun makan sahur.

12. Monitor selalu kondisi anak untuk memastikan masih dalam keadaan sehat.  Jika anak berkeringat dingin, lemas, muntah-muntah, penurunan berat badan drastis, cengeng dan rewel, segera hentikan puasanya.

13.  Melatih  perubahan kebiasaan  makan dari 3 kali sehari menjadi 2 kali saja.  Berpuasa sebetulnya hanya memindahkan jam, atau mengurangi satu kali waktu makan saja.

14.  Ngabuburit.. atau  jalan-jalan di sore hari.

15.  Menghiasi rumah dengan display-display yang berhubungan dengan Ramadhan. seperti stiker ” puasa yes, batal no”, ” Ramadhan bulan berkah“,” puasa itu sehat lho….”, dll.

16. Memutar VCD yang berkaitan dengan Ramadhan.

17.  Melatih anak menahan godaan untuk makan, minum, menahan marah dan ‘ngambek’ pada saat puasa, sehingga ibu lebih bisa mengontrol anak.

Sumber: Suara Islam