Agar Berat Menjadi Ringan

Agar Berat Menjadi Ringan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sahabat seiman..,
Kala kantuk, lemah, dan malas menjajah, lihatlah pagi, fitrah, ibadah dan tilawah hadir menggugah. Maka biarkan lisan terus terbasah dengan asma-Nya, akal terus terasah tuk memahami kehendak-Nya. Temani langkah agar tetap terarah meniti jalan-Nya. Lalu persiapkan senyum bahagia menyaksikan kemudahan dan menikmati pertolongan Allah Ta’ala.

Sahabat seiman..,
Seharusnya beratnya tugas bisa meringankan langkah, pahitnya tantangan dapat memaniskan pengorbanan, dan ketirnya ujian justru melezatkan beban. Yaitu, tatkala iman menuntunnya tuk berkata sami’naa wa atho’naa, kami dengar dan kami taat dihadapan seruan menuju Allah dan Rasul-Nya.. (Lihat Q.S. An Nuur: 51)

Sahabat seiman..,
Jangan seperti ahlul kitab sebelum kita yang enggan dan banyak mempermasalahkan perintah. Meski mereka mau mendengar namun mereka mendurhakai-Nya, sami’na wa ‘ashoynaa. Kemudian Allah pun mengunci hati-hati mereka, dan menjadikannya Kera..

Sahabat seiman..,
Lihatlah, kala dada ini sempit beratpun menghimpit. Dahulu sahabatpun pernah curhat atas beban hisab atas amal yang nampak dan tersembunyi. Namun tatkala tugas dijalani kemudahan, keringanan, dan pertolonganpun datang menghampiri. (Lihat tafsir Q.S. Al Baqoroh 3 ayat terakhir)

Sahabat seiman..,
Bila berat membuahkan ringan, jika pahit melahirkan pertolongan, sepatutnya mendengar dan taat menjadi pilihan. namun bila pahit selalu dikeluhkan, dada sempit hanya selalu dipermasalahkan, niscaya kesulitan akan selalu menghadang. Selamat beraktifitas!

Menyembunyikan Kebenaran

Menyembunyikan kebenaran

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Sahabat seiman..,
Kicau burung mulai bersahutan, sinar mentari kian menerang, sejuk angin pagi pun berhembus menyegarkan. Lihatlah dzikir dan tasbih mereka, lalu bagaimana dengan kita? Jangan hentikan dulu alunnya sebelum getarnya menggelorakan jiwa, lanjutkan terus detaknya agar langkah tak mudah lelah, hingga harapan itu kian jelas di depan mata.

Sahabat seiman..,
Mari sejenak simak dahulu ayat berikut ini, artinya: “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang Telah kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. dan Sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka Mengetahui.” (Q.S. Al baqoroh: 146). Apa pendapat kita tentang orang-orang yang menyembunyikan kebenaran, padahal cahayanya begitu menyilaukan, dan manfaatnya begitu dibutuhkan!

Sahabat seiman..,
Hampir tak ada yang keliru dengan tugas paginya, otak segera berpikir, mata begitu cepat terbuka, tak pernah lupa kaki melangkah menghantarkan setia, tanganpun tak ketinggalan ikut serta, hingga kebutuhan itu berlabuh di pelupuk mata. sungguh kerja sama yang begitu mengagumkan.

Lalu, adakah hati terlibat? Siapa yang mengambil bagian menilai kebenaran, adakah yang tertarik mengambil bagian kebaikan? Sesungguhnya hatilah yang menjadikan semua gerakan badan memiliki arti dan tujuan..

Sahabat seiman..,
Saat diri terjebak dalam kesalahan, kala jiwa terperosok dalam maksiyat, dan terperangkap dalam pekat gelap ruang, serta saat galau resah dan murung menutup harapan, Mengapa hati sering terabaikan, terlalaikan dan tergeserkan seolah perannya tak begitu penting.

padahal dialah sang panglimanya yang terlebih dahulu menangkap arah, dan yang terdepan memberi penerang, menyengat tajam arah jalan kebaikan.

Lalu dialah sesungguhnya yang merasakan gelisah maupun tenang.

Sahabat seiman..,
Jika ada banyak masalah yang belum terselesaikan, bila setumpuk persoalan belum terjawabkan, sesungguhnya bukan karena kita tak tahu jalan kebenaran, bahkan bisa jadi kita berpura-pura dalam ketidaktahuan.. adakah peran hati sudah benar digunakan, mungkin karatnya menghalangi jernih cahayanya, atau debunya menutupi jelas bayangnya. mari segera kita membersihkannya. selamat beraktifitas!

Saat Jiwa Mengikuti Taqwa

Saat Jiwa Mengikuti Taqwa

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sahabat seiman..,
Jika segudang tugas mulai menyibuki diri, jangan lupa sertakan dzikir penuh makna pada setiap gerakannya. Seperti mesin kendaraan yang telah dipanaskan telah siap tuk digunakan, maka sehebat apakah diri telah siap melesat menunaikan pekerjaan? Lalu dahsyatkan diri yang telah terbekali untuk prestasi yang mengagumkan.

Sahabat seiman..,
Lihatlah diri ini!, dalam kelemahannya Allah sandingkan dengan makhluk-makhluk dahsyat lainnya. Matahari, bulan, siang, malam, langit, dan bumipun mengiringi sumpah Allah Ta’ala bahwa betapa diri ini telah tercipta dengan sempurna hingga membekalinya dengan kemampuan memilah fujur dan taqwa (lihat Q.S. As Syams: 1 sd 8)

Sahabat seiman..,
Apa bangga kita bila hanya karena fisik semata, bahagia hanya karena lengkapnya fasilitas hidup, dan tersedianya berbagai sarana, namun kosong dari nilai taqwa. Maka ketahuilah saat itu kita tak lebih hebat dari langit dan bumi. Allah ta’ala berfirman, artinya: “sungguh penciptaan langit dan Bumi lebih besar dari penciptaan manusia..” (Q.S. Ghofir:57)

Sahabat seiman..,
Tetapi Allah mengkaitkan kebahagiaan itu dengan kebersihan jiwa ketika ia mau mengikuti taqwa. Bahkan ia kan lebih hebat melebihi langit, bumi, dan gunung takkala kemampuannya ia gunakan tuk menjalankan amanah agama. Bahkan ketika banyak makhluk takut mengembannya, manusialah yang tampil optimis. Lalu cap bodoh dan zholimpun hanya layak bagi kita yang tak mau menggunakan potensi jiwanya. (Lihat Q.S. Al Ahzab: 72)

Sahabat seiman..,
Sudahkan pagi ini jiwa membersih, sudahkah nilai taqwa mengilhami, lalu tanyalah seberapa hebat amanah agama ini telah dijalani? Dan adakah kebahagiaan itu telah manis menghiasi. Selamat beraktifitas!