Dokumentasi Syi’ar Hari Keluarga Nasional Hari ketiga

Hari ini, Ahad, 1 Juli 2012, Bidang Perempuan PKS Wilayah Kalimantan Barat mengadakan Syi’ar Hari Keluarga Nasional hari ketiga. Pelatihan dan Workshop Konselor hari ini merupakan lanjutan pelatihan kemarin, masih diisi oleh Ibu Sri W. Rahma, S.PSi dan Bapak Budi Darmawan, S.PSi.

Berikut dokumentasi yang berhasil dihimpun Pengurus RKI Sekadau dalam kegiatan tersebut.

Dokumentasi Syi’ar Hari Keluarga Nasional hari kedua

Hari ini, Sabtu 30 Juni 2012, Bidang Perempuan PKS Wilayah Kalimantan Barat mengadakan Syi’ar Hari Keluarga Nasional hari kedua. Hari ini diadakan Pelatihan dan Workshop Konselor yang diisi oleh Ibu Sri W. Rahma, S.PSi dan Bapak Budi Darmawan, S.PSi.

Berikut dokumentasi yang berhasil dihimpun Pengurus RKI Sekadau dalam kegiatan tersebut.

Rekap Materi Pelatihan Konselor oleh Bapak Budi Darmawan

Rekap materi ini disalin dari twitter @RKISekadau. Agar runtut, sila baca dari bawah. Selamat menyimak 🙂
 

Setelah itu, kepala keluarga mempersilakan smw anggota rapat utk sampaikan uneg-unegnya hingga memenuhi rumus: you know what I want. 🙂

 

Rapat keluarga dipimpin o/ kepala keluarga yg mengarahkan, menyampaikan, atw mengingatkan kembali visi keluarga. Mw dibawa kemana klrg tsb?

 

Rapat keluarga adl salah 1 sarana re-setting perilaku/tradisi yg dianggap tdk sesuai dgn norma agama/syari’at yg berlaku.

 

Bentuklah rapat keluarga yg dilakukan secara rutin sesuai ksepakatan anggota keluarga. Jd, tak hny jelang walimah saja ada rapat keluarga 😉

 

Bagaimana jika terlanjur memiliki keluarga dgn potret yg kurang sehat/tidak islami? Bisakah diperbaiki? Bisa, tentu saja 🙂

 

@RKISekadau is now recaping the knowledge delivered by Pak Budi at Syi’ar Hari Keluarga Nasional today. @PKSejahtera. Boleh diretweet 😀

 

Pd masing2 anggota keluarga, tanamkanlah saldo positif di tiap rekening sbg penopang kasih sayang yg telah terbangun 🙂

 

Sbg anggota keluarga, kita harus memahami masing2 individu dlm keluarga sbg sebuah bank, utk dibuat rekening bernama Emotional Bank Account

 

Sebuah keluarga yang sehat dibangun atas dasar kejujuran.

 

Kejujuran, terbuka belum tentu jujur. Misal: Sebuah perusahaan yg terapkan Open Management, belum tentu jujur dalam operasionalnya.

 

Keterbukaan, harus memenuhi rumusan: I know what you want, so do you. We know what we want. Aku dan kamu saling tau apa yg kita mau.

 

Komunikasi, bukanlah apa yg disampaikan, namun apa yang diterima/dipahami.

 

Cth selingkuh sosial, suami bertanya pada istri yang tak bisa masak: “Hari ini masak apa mi?” :))

 

Cth selingkuh ekonomi, istri menyimpan uang sisa belanja diam2, tanpa sepengetahuan suami.

 

Kesetiaan, diartikan sbg ‘tdk selingkuh’. Namun, makna ini perlu diartikan dgn seluwas2nya *tambahkan W setelah A, ujar pak Budi tadi* 🙂

 

Misal: Jika istri hny di’kasih’ uang belanja tp tidak disayang, maka blm seimbang. Sebaliknya, jika istri ‘hny’ disayang, pun tak seimbang.

 

Dalam keluarga, kasih sayang harus balance. Kasih bersifat dzohir, sdgkan sayang bersifat batin.

 

‘Berdamai’lah dgn yg di langit dgn ketakwaan. Krn, manusia takkan pernah bdamai dgn yg ada di bumi sblm berdamai dgn yg ada di langit.

 

Bgmana menjaga atau menumbuhkan cinta agar bisa terhindar konflik & senantiasa berdamai dgn pasangan?

 

Sehingga, ketiadaan cinta *idealnya* tdk bisa dijadikan alasan utk hentikan pernikahan. Krn, sbgmana pernikahan, cerai juga bukan main2.

 

Agungnya sebuah pernikahan dilihat dari siapa kpd siapa komitmen tsb dibuat. Pernikahan: komitmen anak manusia dgn Rabbnya..

 

Mengapa sebuah keluarga perlu & harus dipertahankan? Bukan semata perkara cinta, namun lebih karena telah membuat komitmen.

 

6K: Ketakwaan, Kasih sayang, Kesetiaan, Komunikasi, Keterbukaan, dan Kejujuran.

 

Sbgmana yg telah kami twitkan sore tadi, ketahanan keluarga sejahtera terbentuk melalui 6K. Apa saja 6K?

 

Jelang Kongres Keluarga Indonesia, Sabtu 17 Juli 2012http://wp.me/p2v4OF-2x 

 

Potret keluarga menentukan kepribadian anak, karena sekolah kepribadian sejati adalah KELUARGA 🙂

 

Potret keluarga masjid yakin bahwa mereka akan dijumpakan dalam 1 paket, 1 keluarga, kelak di jannahNya.

 

@pkspiyungan akh kt lg sharing ilmu yg dsampaikan Ust. Budi Darmawan, S.Psi dlm acr Syi’ar Harganas DPW Kalbar. Boleh retweet bila bkenan 🙂

 

6. Masjid. Sebaik2nya potret keluarga adl potret keluarga masjid. Orientasi dan implementasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat.

 

5. Kuburan, suami-istri tdk saling bertegur sapa shg anak seakan menjadi kurir atw penjembatan komunikasi org tua.

 

4. Rumah sakit, fokus terpecah pada status sosial. Bilamana kaya, lebih dipedulikan. Vice-versa. Tentu tergantung pribadi suami/istri 🙂

 

3. Sekolah, terjadi saling asah, asih, asuh dlm potret keluarga ini. Anggota keluarga saling berbagi informasi.

 

2. Pasar. Suami istri serba perhitungan. Masing2 merasa lebih banyak berkorban dibanding pasangannya.

 

1. Arena tinju, yg sehari2nya setelah dicek, trnyata tdk cocok shg dipenuhi dgn percekcokan. Suami-istri tak pernah berdiri di sudut yg sama

 

Existing condition atw dalam potret keluarga seperti apa kita berada saat ini. Ada beberapa jenis potret keluarga sbg acuan..

 

Sbg insan yg berada dlm lembaga pertama & utama di dunia bernama KELUARGA, kita perlu melihat ‘existing condition’ atau…

 

Alhamdulillah, pelatihan konselor hari kedua telah selesai. Kami akan share ilmu yg disampaikan oleh Bpk. Budi Darmawan, S.Psi di acr td 🙂