Minyak Zaitun untuk Kesehatan dan Kecantikan

Zaitun adalah pohon yang diberkati dan telah disebutkan dalam beberapa ayat di Al Quran serta Hadits. Manfaat minyak zaitun sangat luar biasa bagi kita. Bagi dunia kecantikan dan dunia kesehatan minyak zaitun selalu dimasukkan dalam daftar salah satu bahan kosmetik ataupun obat-obatan perusahaan terkenal.

Jadi  bagi kita yang ingin mendapatkan manfaatnya, sebaiknya pilih minyak zaitun yang asli atau murni. Dan terlebih dahulu kenali minyak zaitun yang murni, minimal dengan melihat label 100% asli dari minyak zaitun yang akan dibeli.

Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kecantikan

Untuk Pelembab wajah
Kandungan zat linoleic acid mampu menjaga air menguap. Sehingga, zat ini amat baik untuk digunakan sebagai pelembab kulit yang kering dan mulai berkeriput. Caranya oleskan pada wajah sembari dipijit ringan selama 10 menit, kemudian bilas dengan air bersih.

Untuk penyubur rambut
Minyak zaitun bisa membantu menyuburkan rambut supaya rambut lebih hitam dan lebat. Caranya cukup dicampurkan dengan shampo yang anda pakai  kemudian dibilas sampai bersih.

Merawat kesehatan kulit
Caranya dengan mengoleskan minyak zaitun ketika mandi. Kulit tubuh pun akan terjaga kelembabannya dan terlihat lebih bercahaya.

Untuk Merawat Tangan dan kuku
Caranya dengan mencampurkan satu sendok makan minyak zaitun dengan air hangat untuk merendam tangannya 1 minggu sekali. Kebiasaan ini membuat kulit tangan dan sekitar kukunya lembut.

Untuk Perawatan Kaki
Kaki pecah-pecah atau kasar bisa diatasi dengan perawatan minyak zaitun. Caranya denga mengoleskan minyak zaitun ke telapak kaki dan sekitar pergelangan kaki. Bungkus dengan kaus kaki dan kenakan selama tidur pada malam hari. Kemudian bersihkan dipagi harinya. Bisa dilakukan pada tangan. Lakukan secara rutin selama satu bulan untuk hasil maksimal.

Untuk Kulit Tubuh
Caranya dengan mencampur minyak zaitun dengan garam kasar, untuk membuat scrub alami. Selain membantu pengelupasan sel-sel mati, pemakaian minyak zaitun pada tubuh bisa membuat kulit lebih cerah.

Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kesehatan

Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Kandungan antioksidan nabatinya sangat tinggi sehingga akan menurunkan resiko penyakit jantung. Cukup dengan minum 2 sendok setiap hari akan mengurangi resiko penyakit jantung.

Mampu Melawan Kanker
Minyak zaitun dapat mereduksi kerusakan sel (kerusakan ini dapat memicu kanker). Fenol dalam minyak zaitun extra virgin bertindak sebagai antioksidan pencegah penyakit untuk menghambat proses kanker ; asam oleat diperkirakan mencegah penyebaran tumor.

Menghilangkan Artritis
Minyak zaitun mengandung prostaglandin yang bermanfaat untuk mengatasi nyeri sendi dan pengeroposan tulang. Caranya  dikonsumsi dalam campuran makanan sehari-hari dan akan membuat  antinyeri dengan melumasi sendi dan mencegah pembengkakan. Atau dengan mengoleskan minyak zaitun pada nyeri otot atau nyeri sendi.

Mencegah Diabetes
Kandungan minyak zaitun berupa lemak tak jenuh tunggal. Sehingga minyak zaitun bermanfaat untuk menurunkan kadar gula dalam darah serta risiko diabetes tipe 2.

Menghentikan Rasa Nyeri
Kandungan oleokantal  dapat mencegah radang, mirip dengan penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan obat antiradang lainnya. Minyak zaitun dapat digunakan untuk obat oles luka lecet, luka sobek, dan gangguan yang berisiko menimbulkan radang, bengkak, dan nyeri.

Mencegah Pikun
Kandungan Asam lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun berfungsi untuk menjaga struktur sel dan membran dalam otak, sehingga membantu mencegah hilangnya ingatan.

Mencegah Osteoporosis
Minyak zaitun membantu penyerapan kalsium yang diperlukan untuk mencegah pengeroposan tulang.

Minyak Zaitun bisa kita manfaatkan untuk kesehatan dan kecantikan kita dalam kehidupan sehari-hari. Cara dan aturan pakainya akan lebih baik kita kenali terlebih dahulu secara mendalam, supaya manfaat yang maksimal dapat kita dapat secara memuaskan.

Tilawah Al Quran Dapat Mengurangi Bau Mulut Saat Berpuasa

Datangnya bulan Ramadhan kerap menghadirkan kesyahduan tersendiri bagi setiap kalbu yang merindunya. Momen-momen penting yang terjadi di bulan Ramadhan rasanya dapat menginspirasi siapa saja yang hendak melakukan rihlah (wisata) ruhaniyah. Mekkah yang berhasil ditaklukan oleh kaum Muslimin, kemenangan tentara Islam melawan tentara kafir Quraisy, kehadiran Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan lebih dari seribu bulan, adalah beberapa diantaranya. Adapun momen terpenting di bulan Ramadhan adalah diwajibkannya puasa dan turunnya Al Quran bersamaan dengan diangkatnya Muhammad bin Abdullah sebagai Rasulullah. Oleh karena itu, amal di bulan Ramadhan sejatinya terfokus pada dua hal tersebut. Sedangkan, amalan lainnya merupakan suatu jalan untuk mengejawantahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran.

Karena Al Quran pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan (QS. Al Baqarah : 185), tak heran bila Rasulullah lebih sering dan lebih banyak membaca Al Quran di bulan ini dibandingkan di bulan-bulan lain. Bahkan, Malaikat Jibril pun turun langsung untuk memuroja’ah (mendengar dan menilai) bacaan Al-Qur’an beliau. Oleh karenanya, amat dianjurkan bagi seorang Muslim untuk memperbanyak membaca Al Quran di bulan Ramadhan. Tilawah (membaca) Al Quran ini tentu saja dilakukan dengan tetap memperhatikan tajwid dan hakikat dasar diturunkannya Al Quran untuk ditadabburi, dipahami, dan diamalkan.

“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu dengan penuh berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.” (QS. Ash-Shad : 29)

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya, selain mendatangkan pahala yang berlipat ganda apabila dilakukan secara ikhlas, tilawah Al Quran pada saat berpuasa ternyata dapat pula mengurangi bau mulut (halitosis/fetor ex ore). Pada saat berpuasa, selain karena adanya faktor lokal dalam rongga mulut berupa kebersihan mulut yang kurang baik dan faktor luar rongga mulut berupa penyakit kencing manis (diabetes mellitus), infeksi paru-paru, serta infeksi lambung atau usus, tidak aktifnya pengunyahan adalah penyebab utama terjadinya bau mulut. Tidak aktifnya pengunyahan ini kemudian akan memiliki implikasi berupa pengurangan produksi air liur oleh kelenjar liur sehingga keadaan rongga mulut pun menjadi kering. Pada saat yang bersamaan, zat yang disebut volatile sulfur compound (VSCs) akan meningkat sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. VSCs adalah zat yang mengandung hidrogen sulfid, metil mercaptan, dan dimetil disulfid yang merupakan produk bakteri atau flora normal rongga mulut. Dengan meningkatnya kadar VSCs ini, maka aktivitas bakteri anaerob dalam mulut pun akan turut meningkat. Aktivitas bakteri anaerob inilah yang lantas menyebabkan bau VSCs tercium oleh indera penciuman.

Dari paparan sebelumnya dapat dideduksi bahwa air liur atau saliva memegang peranan penting terhadap terjadinya bau mulut. Kondisi yang disepakati sebagai penyebab terjadinya bau mulut adalah berkurangnya air liur di dalam rongga mulut. Jika air liur dalam rongga mulut berkurang, secara otomatis proses pembersihan dalam mulut pun akan berkurang. Dengan demikian, plak pada permukaan gigi pun akan terus berakumulasi dan bakteri yang terdapat di dalamnya dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

Berkurangnya air liur ini dalam rongga mulut dapat memiliki dua makna, yaitu; produksi air liur oleh kelenjar liur memang berkurang sehingga aliran air liur ke dalam rongga mulut menjadi berkurang atau dapat juga terjadi kondisi di mana produksi air liur oleh kelenjar liur tetap normal, tetapi aliran air liur ke dalam rongga mulut berkurang. Kondisi berkurangnya produksi air liur oleh kelenjar liur sehingga menyebabkan berkurangnya aliran air liur ke dalam rongga mulut biasanya disebabkan oleh faktor penyakit (aplasia, sialolitiasis, dll), terapi radiasi pada leher dan kepala, dan usia lanjut. Sedangkan kondisi berkurangnya aliran air liur ke dalam rongga mulut dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu (atropin, belladona, efidrin), pemakaian gigi tiruan lepasan, merokok, dan puasa.

Kondisi berkurangnya produksi air liur oleh kelenjar liur biasanya membutuhkan penatalaksanaan yang lebih kompleks. Sementara itu, kondisi berkurangnya aliran air liur ke dalam rongga mulut dapat diatasi dengan cara menginisiasi peningkatan alirannya. Cara yang paling sering digunakan untuk menginisiasi peningkatan aliran air liur ke dalam rongga mulut adalah dengan banyak mengkonsumsi air putih ataupun mengunyah permen karet. Namun, bagi orang yang sedang berpuasa dua cara tersebut tentunya tidak dapat dilakukan karena dapat membatalkan puasa.

Adapun tilawah Al Quran sejatinya dapat menjadi satu alternatif yang dapat menginisiasi peningkatan aliran air liur ke dalam rongga mulut. Tilawah Al Quran secara tartil (mentajwidkan huruf dan mengenal waqaf) pada saat berpuasa dapat berperan sebagai suatu substituen dari proses pengunyahan yang akan mengaktifkan otot-otot lidah, bibir, dan pipi. Dengan aktifnya otot-otot tersebut maka kelenjar liur yang terdapat di bawah lidah, dekat telinga, dan di ujung rahang bawah, juga akan lebih aktif untuk mengalirkan air liur ke dalam rongga mulut. Bila aliran air liur ke dalam rongga mulut telah meningkat, maka proses pembersihan secara mekanis juga akan terjadi. Terlepas dari keterikatan faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan bau mulut dan dengan tetap memperhatikan kebersihan gigi dan mulut, hal inilah yang kemudian dapat mengurangi bau mulut pada saat berpuasa.

Biar bagaimanapun juga, berkurangnya bau mulut hanyalah salah satu dari sekian banyak manfaat dari memperbanyak tilawah Al Quran di bulan Ramadhan. Sejatinya, Ramadhan harus dapat menjadi momen untuk meningkatkan interaksi dengan Al Quran sebagai langkah untuk meraih keridhoan Allah dan mendapatkan kebarokahan dalam hidup sebagaimana firmanNya,  “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS. Al Ma’idah: 15-16).

Jadi, mari kita hempas jauh-jauh segala kemalasan dan jangan ragu lagi untuk memperbanyak tilawah Al Quran di bulan Ramadhan.

Wallahu’alam bishshawab.

Oleh: drg. Deasy Rosalina, IMUSKA, Korea Selatan

Disalin dari: Fimadani